Kumpulan Hasil

Highlights

MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MELALUI LITERASI KEUANGAN BAGI TUNANETRA

Februari 21, 2017

“Saya adalah seorang nasabah bank. Saya pernah mengajukan permohonan untuk mendapatkan kartu ATM, tetapi petugas bank menolak menerbitkannya. Katanya, karena saya seorang tunanetra. Saya tidak akan bisa menggunakan ATM,”kata salah satu peserta sesi diskusi Pendidikan Perencanaan Keuangan yang baru-baru ini diadakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Ini merupakan kendala umum yang kerap dihadapi para tunanetra dalam mengakses layanan keuangan. Mengakses ATM hanyalah sebagian kecil dari layanan perbankan yang relatif mudah untuk ditingkatkan bagi para tunanetra. Masih banyak sistem lain yang belum mengakomodasi kebutuhan para tunanetra. Oleh karena itu, KOMPAK bekerjasama dengan Bappenas dan OJK untuk menggalakkan upaya keunagan inkusif bagi difabel termasuk tunanetra.

Diskusi yang diadakan pada Kantor Pendidikan Perencanaan Keuangan di Gedung OJK pada hari Kamis, 1 Desember 2016, dihadiri 85 anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup tunanetra melalui perencanaan keuangan dan berinvestasi yang aman.

Dalam sambutan pembukaannya, Rahma Iryanti, Deputi Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan mengatakan bahwa “sistem keuangan inklusif dapat diwujudkan dengan akses jasa keuangan yang lebih baik bagi masyarakat sehingga kemampuan ekonomi mereka dapat ditingkatkan dan pada akhirnya menciptakan jalan keluar dari kemiskinan serta mengurangi kesenjangan ekonomi.”

Pendidikan keuangan bagi tunanetra akan diperluas lebih lanjut dengan mengembangkan model keuangan inklusif dan pendidikan yang layak bagi penyandang disabilitas. Selain itu, advokasi kebijakan dan peraturan akan dilakukan untuk lembaga-lembaga perbankan dan keuangan demi menciptakan praktik kondusif yang memperluas akses ke pelayanan keuangan formal bagi para tunanetra.

Para peserta menerima penjelasan rinci serta didorong untuk memanfaatkan layanan keuangan formal seperti tabungan, transfer uang, pinjaman, dan asuransi. Selain penjelasan tersebut, semua peserta diberi materi pendukung tentang cara menghitung aset mereka dan perencanaan keuangan dini untuk masa pensiun.

Para peserta antusias mengikuti diskusi dan tanya jawab terkait kendala dan peluang investasi. Mereka juga berkonsultasi perihal tantangan yang pernah mereka alami dalam mengakses jasa keuangan, seperti reksa dana, asuransi, dan tabungan.

“Kesempatan ini telah memberi saya pengetahuan baru tentang jasa keuangan. Saya akan menyelesaikan kursus terapis pijat minggu depan di Bekasi, dimana saya berniat untuk membuka sebuah klinik di kampung halaman saya setelahnya. Saya akan membutuhkan bimbingan lebih lanjut tentang cara untuk mendapatkan pinjaman dan bagaimana mengelola keuangan bisnis saya,” kata Mayang, peserta dari Sukabumi.

Ketua Pertuni, Aria Indrawati, menyatakan bahwa sebagian besar tunanetra masih bergantung pada kegiatan kewirausahaan yang terbatas dan kesempatan ini telah memperluas pengetahuan mereka untuk dapat mencari penghasilan alternative melalui investasi serta belajar melakukan perencanaan keuangan dengan baik.

“Ini adalah langkah pertama dalam memberdayakan dan mendorong mereka untuk meningkatkan perencanaan keuangan.Kami optimis bahwa secara bertahap jasa keuangan akan lebih inklusif dan dapat menerima nasabah tunanetra.” tambahnya.

Bersama Bappenas dan OJK, KOMPAK menyediakan buku panduan Braille untuk membantu peserta memahami penjelasan yang diberikan tentang jasa dan perencanaan keuangan. Sambil mendengarkan para pembicara, peserta mulai membaca Buku Panduan Perencanaan Keuangan tersebut.

Hasil evaluasi KOMPAK atas acara tersebut menunjukkan bahwa para peserta puas dengan informasi baru dan kiat-kiat yang mereka peroleh selama acara.

 

RELATED ARTICLES

Diskusi Harmonisasi Lintas Sektor tentang Pelayanan Dasar di Kecamatan

Desember 13, 2016

Hotel Aryaduta, Jakarta, 13 Desember 2016Peran kecamatan dalam penyelenggaraan layanan dasar belum dimanfaatkan sepenuhnya selama…

SELENGKAPNYA
Kegiatan KOMPAK di Media Sosial – Sekolah Desa

Kegiatan KOMPAK di Media Sosial – Sekolah Desa

Oktober 10, 2016

Kegiatan KOMPAK ditampilkan pada akun Twitter Paul Grigson (Duta Besar Australia untuk Indonesia) pada tanggal…

SELENGKAPNYA
Konsultasi Frontline dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat

Konsultasi Frontline dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat

Oktober 01, 2015

Konsultasi ini merupakan proses yang sangat penting untuk memastikan masukan dan dukungan berharga dari pemerintah…

SELENGKAPNYA