Kumpulan Hasil

Highlights

LOKAKARYA INTERVENSI GENDER DAN INKLUSI SOSIAL

Januari 26, 2017

Dari total populasi di Indonesia, 49,65% adalah perempuan; sekitar 5-15% merupakan penyandang disabilitas, dan 5% adalah masyarakat adat. Mereka merupakan penduduk paling miskin di Indonesia, dan situasi ini adalah karena berbagai kendala dan diskriminasi yang membuat sulit bagi mereka untuk terlibat, berkontribusi dan mendapatkan manfaat dari proses pembangunan yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa pengarusutamaan gender dan inklusi sosial kelompok-kelompok rentan akan memengaruhi 40% penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Kemudian, pelaksanaan Undang-Undang Desa (UU Nomor 6 tahun 2014) bertujuan untuk membuka peluang dan mendorong proses pembangunan yang inklusif dan pendekatan berbasis masyarakat.

Guna mengoptimalkan pelaksanaan strategi gender dan inklusi sosial pada tahun 2017-2018, dan dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia Internasional yang jatuh pada tanggal 10 Desember, KOMPAK mengadakan lokakarya pada tanggal 6-7 Desember 2016 di Hotel Double Tree, Jakarta, dengan mengambil tema Hari HAM tahun ini, yaitu “Stand Up for Someone’s Rights!” (“Bela Hak Seseorang!”). Sejalan dengan topik ini, PBB telah mengeluarkan pesan global bahwa menegakkan hak asasi manusia adalah tanggung jawab semua pihak dan masing-masing dari kita harus mulai mengambil sikap, untuk melangkah maju dan membela hak-hak mereka yang berada dalam risiko diskriminasi dan kekerasan.

Acara ini bertujuan untuk memperluas pemahaman dan pengembangan kapasitas peserta dalam mengidentifikasi peluang untuk menyertakan nilai gender dan inklusi sosial dalam kegiatan sehari-hari dan pekerjaan mereka. Lokakarya ini difokuskan pada bagaimana menerjemahkan konsep gender dan inklusi sosial ke dalam proyek-proyek yang difasilitasi oleh KOMPAK.

Lokakarya dua hari ini dijalankan dengan fasilitator dari Organisasi Penyandang Disabilitas (OPD) dan narasumber dari berbagai elemen, baik pemerintah maupun organisasi masyarakat sipil yang bekerja di bidang gender dan inklusi sosial. Fasilitator dari OPD membuat lokakarya ini lebih mendalam, menarik perhatian dan hidup. Para pembicara membantu untuk melawan persepsi umum bahwa orang dengan disabilitas hanya dapat menjadi objek dalam setiap kegiatan dan hanya dihitung sebagai jumlah kehadiran. Ini adalah contoh di mana orang dengan disabilitas terlibat dalam cara yang bermakna dalam pelaksanaan kegiatan. Selama persiapan lokakarya, ketiga fasilitator, yang masing-masing memiliki jenis disabilitas berbeda, terlibat dalam diskusi intensif untuk menentukan aliran proses dan metodologi fasilitasi yang fokus pada pengalaman diri, refleksi dan pemikiran kritis.

Lokakarya ini, antara lain, menghasilkan pemahaman yang lebih baik tentang permasalahan utama gender dan inklusi sosial dan kebijakan yang sejalan dengan agenda nasional, khususnya dalam proyek yang difasilitasi KOMPAK untuk tahun 2017 – 2018. Selain itu, disepakati konsensus untuk melakukan implementasi intervensi gender dan inklusi sosial yang lebih baik. Kerangka untuk pengarusutamaan gender dan inklusi sosial yang dihasilkan dari diskusi ini akan terkait erat dengan kegiatan pemantauan dan evaluasi KOMPAK untuk dapat terdokumentasi secara lebih baik dalam laporan dan bentuk cerita perubahan di masa depan.

Untuk informasi lebih lanjut: info@kompak.or.id

RELATED ARTICLES
KOMPAK berbagi kegiatan di Sarasehan Pembangunan Nusa Tenggara Barat

KOMPAK berbagi kegiatan di Sarasehan Pembangunan Nusa Tenggara Barat

Mei 24, 2016

Bersama dengan Kemitraan Australia Indonesia untuk Memajukan Penghasilan Pedesaan melalui Dukungan untuk Pasar dalam Pertanian…

SELENGKAPNYA

Meningkatkan Kesejahteraan Melalui Literasi Keuangan Bagi Tunanetra

Februari 21, 2017

“Saya adalah seorang nasabah bank. Saya pernah mengajukan permohonan untuk mendapatkan kartu ATM, tetapi petugas…

SELENGKAPNYA
Kegiatan KOMPAK di Media Sosial – Sekolah Desa

Kegiatan KOMPAK di Media Sosial – Sekolah Desa

Oktober 10, 2016

Kegiatan KOMPAK ditampilkan pada akun Twitter Paul Grigson (Duta Besar Australia untuk Indonesia) pada tanggal…

SELENGKAPNYA